Peran Keluarga Bagi Pendidikan Anak Selama Masa Pandemi

IGTKI-PGRI Jawa Timur -di kutip dari berita news.unair.ac.id menjelaskan bahwa. Belajar dari rumah menjadi jalan yang paling aman bagi siswa-siswi untuk menghindari penularan virus COVID-19 di masa pandemi seperti sekarang. Tentunya, keluarga khususnya orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anaknya ketika belajar dari rumah. Ramliyanto, SP. MP., Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan terdapat enam peran yang bisa dilakukan keluarga untuk mendukung pendidikan anak selama masa pandemi.

Menciptakan Keharmonisan Keluarga

Peran pertama yang dapat dilakukan keluarga kepada anaknya adalah menciptakan suasana yang harmonis. Dalam acara webinar pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok satu kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Airlangga (UNAIR) ke 62 di Gubeng, Ramliyanto mengungkapkan bahwa suasana yang harmonis dapat mendukung lancarnya proses belajar mengajar dari rumah. Apabila suasana dalam keluarga tidak harmonis tentu membuat kenyamanan belajar anak menjadi berkurang.

“Apabila suasana di rumah tidak harmonis, hubungan antar anggota keluarga juga tidak harmonis, bagaimana bisa seorang anak belajar di rumah,” ucapnya.

Teknik Mendidik Dalam Keluarga

Peran kedua yakni memilih teknik apa yang digunakan untuk mendidik anak dalam lingkungan keluarga. Ramliyanto menjelaskan perlu adanya diskusi dan kesepakatan antara kedua orang tua untuk memilih teknik dalam mendidik anak. Dengan adanya pembagian tugas antara suami dan istri dalam mengurus anak maka, proses belajar mengajar di rumah juga akan berjalan lancar.

“Misalnya, suami yang membantu mengoperasikan laptop untuk anaknya dan istri yang memasak makanan, hal tersebut membantu anak sehingga merasa nyaman belajar di rumah,” jelasnya.

Perhatian Orang Tua

Peran ketiga yaitu orang tua harus memberikan perhatian kepada anaknya selama belajar di rumah. Dengan begitu, orang tua juga dapat mengetahui perkembangan pendidikan anak.

Komunikasi Demokratis

Peran keempat yakni melakukan komunikasi yang demokratis dalam lingkungan keluarga. Komunikasi juga penting dilakukan agar pendidikan anak dapat berjalan lancar.

Apresiasi Kepada Anak

Peran kelima yang juga dapat dilakukan orang tua yaitu memberikan apresiasi terhadap hasil belajar anak. Ramliyanto mengatakan apresiasi terhadap hasil belajar anak penting untuk dilakukan. Dengan memberikan apresiasi maka, dapat meningkatkan semangat anak untuk terus belajar dan melaksanakan tugas-tugasnya.

“Misalnya anak mendapat tugas menggambar, maka bagaimanapun hasil gambarannya tetap harus diapresiasi. Jika tidak diapresiasi bisa-bisa anak tidak mau belajar lagi, tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang lainnya,” ungkapnya saat memaparkan materi melalui google meet.

Partisipasi Orang Tua

Peran yang terakhir adalah diharapkan para orang tua bisa berpartisipasi dalam kegiatan anak dengan sekolah. Berdasarkan penuturan Ramliyanto, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menginginkan orang tua dapat memberikan partisipasi dalam setiap kegiatan anak. Walaupun kedua orang tua memiliki kesibukan masing-masing, tetap harus berpartisipasi untuk memantau proses belajar mengajar anak selama di rumah sehingga dapat meningkatkan prestasi anak.

“Saya mohon dengan hormat selaku Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar keluarga bisa berpartisipasi dalam kegiatan anak dengan sekolah, jangan sampai anak dibiarkan bermain terus dengan gadget dan orang tua tidak memantau pendidikan anaknya,” tuturnya.

Dalam acara webinar tersebut, Ramliyanto juga memberikan penjelasan bahwa kebijakan pendidikan Indonesia di masa pandemi memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat. Sehingga, diharapkan seluruh masyarakat tetap bersabar dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah karena hal tersebut penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri masing-masing.

editor : admin

sumber : news,.unair.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *